Kamis, 29 September 2011
DEDUKTIF
AMELIA AGNEHS (26209387)
ARVIANTO PRAMANDA (25209087)
DEWI FEFRIYANTI (22209849)
DWIKA YUNITA SARI (23209791)
INGGRIANY WIJAYA (26209096)
MUHAMMAD RIDWAN (20209145)
NURUL FARADILAH (25209797)
SAFIRA KAMILA (23209826)
SHINTA HARJANTI (25209351)
SYARIFAH YULIA KURNIANINGSIH (22209948)
YUYUN ROSIDA (21209326)
KELAS : 3EB06
A. Pendahuluan
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Menurut Jujun Suriasumantri, Penalaran adalah suatu proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Sebagai suatu kegiatan berfikir penalaran memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri pertama adalah proses berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu. Ciri yang kedua adalah sifat analitik dari proses berpikirnya. Sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu.
Pengetahuan yang dipergunakan dalam penalaran pada dasarnya bersumber pada rasio atau fakta. Mereka yang berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran mengembangkan paham rasionalisme, sedangkan mereka yang menyatakan bahwa fakta yang tertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran mengembangkan paham empirisme.
B. Berpikir deduktif
Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum, lawannya induksi (Kamus Umum Bahasa Indonesia hal 273 W.J.S.Poerwadarminta. Balai Pustaka 2006)
Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. (Filsafat Ilmu.hal 48-49 Jujun.S.Suriasumantri Pustaka Sinar Harapan. 2005)
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. (www.id.wikipedia.com).
Pada induksi kita berjalan dari bukti naik ke undang. Pada cara deduksi adalah sebaliknya. Kita berjalan dari Undang ke bukti. Kalau kita bertemu kecocokan antara undang dan bukti, maka barulah kita bisa bilang, bahwa undang itu benar.
Kalau kita sudah terima, bahwa semua benda kehilangan berat dalam semua cair, maka kita ambil satu benda dan satu zat cair buat penglaksanaan. Kita ambil sepotong timah, kita timbang beratnya di udara. Kita dapat B gram. Kita masukkan timah tadi ke dalam air. Kita timbang beratnya air yang dipindahkan oleh timah tadi, kita dapati b gram. Menurut undang Archimedes timah tadi mesti kehilangan berat b gram. Jadi ditimbang dalam air, beratnya menurut Archimedes mestinya (B-b) gram. Sekarang kita ambil beratnya dan timbangan timah yang terbenam tadi. Betul kita dapat (B-b) gr. Jadi betul cocok dengan undang Archimedes. Sekarang induction sudah beralasan deduction, kebenaran undang sudah di sokong oleh penglaksanaan. Berulang-ulang kita lakukan pemeriksaan kita dengan benda dan zat cair berlainan dan berulang-ulang kita saksikan kebenaran undangnya Archimedes, pemikir Yunani itu. (Madilog. hal 104. Tan Malaka, Pusat Data Indikator).
C. Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
D. Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif menggunakan bentuk bernalar deduksi. Deduksi yang berasal dari kata de dan ducere, yang berarti proses penyimpulan pengetahuan khusus dari pengetahuan yang lebih umum. Perihal khusus tersebut secara implisit terkandung dalam yang lebih umum. Maka, deduksi merupakan proses berpikir dari pengetahuan umum ke individual.
Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut. Artinya, apa yang dikemukakan dalam kesimpulan sudah tersirat dalam premisnya. Jadi, proses deduksi sebenarnya tidak menghasilkan suatu konsep baru, melainkan pernyataan atau kesimpulan yang muncul sebagai konsistensi premis-premisnya.
Contoh klasik dari penalaran deduktif:
• Semua makhluk hidup pasti mati (premis mayor)
• Semut adalah makhluk hidup (premis minor)
• Semut pasti mati (kesimpulan)
Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah mungkin akan membawa kita kepada hasil yang salah dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat. Alternatif dari penalaran deduktif adalah penalaran induktif.
Menurut bentuknya, penalaran deduktif ada 2 macam,yaitu
1. Silogisme merupakan suatu cara penalaran yang formal. Silogisme adalah penarikan konklusi secara deduktif tidak langsung yang konklusinya ditarik dari premis yang disediakan sekaligus. Pernyataan yang mendukung silogisme ini disebut sebagai premis yang kemudian dibedakan menjadi premis mayor dan premis minor. Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis. Silogisme terdiri dari 3 macam, yaitu
a. Silogisme Kategorial yaitu silogisme yang disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor. Contoh:
Semua binatang herbivora memakan rerumputan dan tidak memakan daging.
Sapi merupakan binatang herbivora.
Jadi, sapi:binatang yang memakan rumput dan tidak memakan daging.
b. Silogisme Hipotisme yaitu silogisme yang terdiri dari premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis. Artinya, bila premis minornya membenarkan antenseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak antenseden, simpulannya juga menolak konsekuen. Contoh:
My: Jika Ani datang terlambat,maka akan dihukum.
Mn: Ani terlambat.
K : Jadi, Ani akan dihukum.
c. Silogisme Alternatif yaitu silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternative. Artinya, bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternative yang lain. Contoh:
My: Dewi makan soto atau bubur.
Mn: Dewi makan soto.
K : Jadi, Dewi tidak makan bubur.
2. Entimen
Bentuk yang biasa ditemukan dan dipakai ialah bentuk entimen. Entimen ini pada dasarnya adalah silogisme. Tetapi, silogisme ini jarang dikemukakan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan, tetapi di dalam entimen salahsatu premisnya dihilangkan/tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui. Contoh:
Mencuri adalah dosa karena merugikan orang lain.
Kalimat di atas dapat dipenggal menjadi dua:
a) Mencuri adalah dosa.
b) Karena(mencuri) merugikan orang lain.
Kalimat a) merupakan kesimpulan sedangkan kalimat b) adalah premis minor(karena bersifat khusus. Maka silogisme dapat disusun
My :
Mn : mencuri merugikan orang lain.
K : mencuri adalah dosa.
Dalam silogisme diatas, premis yang dihilangkan adalah premis mayor. Untuk melengkapinya harus diingat bahwa premis mayor selalu bersifat umum jadi, tidak mungkin subjeknya “mencuri”. Dan untuk menemukan premis mayornya kita dapat menalar kembali seperti: “Perbuatan yang merugikan orang lain adalah dosa.”
E. Penutup
Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan gabungan dari penalaran deduktif dan induktif. Dimana lebih lanjut penalaran deduktif terkait dengan rasionalisme dan penalaran induktif dengan empirisme. Secara rasional ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif, sedangkan secara empiris ilmu memisahkan antara pengetahuan yang sesuai fakta dengan yang tidak. Karena itu sebelum teruji kebenarannya secara empiris semua penjelasan rasional yang diajukan statusnya hanyalah bersifat sementara, Penjelasan sementara ini biasanya disebut hipotesis.
Hipotesis ini pada dasarnya disusun secara deduktif dengan mengambil premis-premis dari pengetahuan ilmiah yang sudah diketahui sebelumnya, kemudian pada tahap pengujian hipotesis proses induksi mulai memegang peranan di mana dikumpulkan fakta-fakta empiris untuk menilai apakah suatu hipotesis di dukung fakta atau tidak. Sehingga kemudian hipotesis tersebut dapat diterima atau ditolak.
Maka dapat disimpulkan bahwa nalar deduktif dan nalar induktif diperlukan dalam proses pencarian pengetahuan yang benar.
DAFTAR PUSTAKA
http://filsafat.kompasiana.com/2010/08/22/nalar-induktif-dan-nalar-deduktif/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/09/penalaran-induktif-dan-deduktif-7/
http://nti0402.wordpress.com/2011/02/18/penalaran-deduktif/
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://nopi-dayat.blogspot.com/2010/03/penalaran-deduktif.html
Kamis, 26 Mei 2011
10 Nasihat Orang Tua yang Ternyata Berguna Bagi Kecantikan
Terkadang kita merasa kesal dengan omelan orang tua, meskipun kita tahu maksudnya baik. Namun, ada baiknya kita lebih menuruti nasihat-nasihat mereka, karena beberapa di antaranya ternyata bisa membantu kita menjaga kecantikan. Apa saja?
1. "Jangan terlalu sering makan mie instan!"
Berbagai produk instan serta makanan cepat saji berpotensi membuat tubuh memproduksi lebih banya insulin. Insulin memicu androgen untuk memproduksi lebih banyak minyak. Hasilnya, wajah pun jadi lebih mudah berjerawat.
2. "Jangan cemberut!"
Selain tidak enak dilihat, sering cemberut (termasuk memicingkan mata saat menonton televisi atau saat bekerja di depan komputer), bisa membuat kulit dahi dan sekitar mulut jadi lebih cepat berkerut, membuat Anda terlihat lebih tua.
3. "Jangan merokok!"
Anda tentunya sudah tahu efek buruk merokok bagi paru-paru. Namun rokok pun terbukti mempercepat proses penuaan pada kulit, dan membuat warna kulit jadi lebih kusam.
4. "Rambut jangan menutupi muka!"
Terkadang kita malas merapikan potongan rambut sehingga selalu saja ada poni atau sejumput rambut yang jatuh ke wajah, menutupi mata. Potongan seperti ini biasanya dilarang di sekolah karena mengganggu penglihatan, namun ternyata membiarkan rambut menyentuh wajah bisa membuat kulit mudah berjerawat. Ingat, kulit kepala dan rambut adalah salah satu bagian tubuh yang menyimpan banyak minyak.
5. "Jangan gigiti kuku!"
Selain menjijikkan, kuku yang sering digigiti biasanya tak akan tumbuh dengan baik. Bentuknya tak enak dilihat, kuku jadi rapuh dan mudah pecah, Anda pun bisa lebih mudah terkena infeksi.
6. "Jangan begadang!"
Istilah "beauty sleep" muncul karena tidur cukup memang bisa membuat kita lebih cantik. Saat kita tidur, sel-sel tubuh bekerja menggantikan sel yang rusak hari itu. Jika kita tak tidur, proses penggantian sel pun terganggu. Selain itu, kekurangan tidur bisa membuat tubuh tertekan dan memicu timbulnya jerawat.
7. "Duduk yang manis!"
Sebagai wanita, sejak kecil kita sudah diajarkan untuk duduk dengan manis, dan jangan menyilangkan kaki. Kebiasaan bersilang kaki (menumpukan satu kaki di atas kaki yang lain) ternyata bisa menyebabkan varises. Jika Anda sudah duduk lama di atas kursi dan mulai merasa pegal, silangkanlah kaki di bagian mata kaki, bukan di lutut.
8. "Jangan teleponan lama-lama!"
Membiarkan pipi Anda menyentuh ponsel (atau telepon rumah) terlalu lama, bisa menyebabkan jerawat. Bukan hanya karena banyak bakteri yang menempel di telepon, tapi juga karena berbagai faktor lain seperti gesekan dan hawa panas.
9. "Sebelum tidur, cuci muka dulu!"
Saat tidur, suhu tubuh kita meningkat, dan kulit wajah akan lebih mudah menyerap apa pun yang ada di permukaannya. Jika yang ada di permukaan wajah kita adalah minyak, debu, dan sisa kosmetik, kira-kira apa yang akan terjadi pada kulit wajah? Lebih baik cuci muka dan biarkan kulit menyerap krim malam selama kita tidur.
10. "Jangan mengucek mata!"
Kebiasaan ini bisa membuat pembuluh darah di dekat mata pecah. Akibatnya, di bagian putih mata akan muncul tanda merah yang tak akan bisa dihilangkan kecuali dengan laser. Selain itu, terlalu sering mengucek mata bisa membuat kulit di sekitar mata jadi kendur dan mudah keriput.
Selasa, 24 Mei 2011
9 cara membuat diri menjadi lebih baik
9 cara membuat diri jadi Lebih Baik .
BERDOA , Akan membuat diri kita kuat , krn Doa itu Luar Biasa besar kuasanya ( dlm agama apapun jg ) .
MURAH HATI , Akan membuat diri kita bisa berempati , karena Murah Hati juga membuat kita diberkati .
GEMBIRA , akan membuat diri kita sehat , krn sakit pun kita jadi tak terasa.
TERSENYUM , akan membuat diri kita tampak lebih baik , jangan remehkan senyum krn dngan Senyum kita bisa merubah dunia .
RAMAH , akan membuat dirimu disukai , dan ramah akan membuat kita jadi banyak teman.
SABAR , akan membuat dirimu bijak , krn didalam kesabaran itu ada kekuatan yg besar.
LEMAH LEMBUT , akan membuat dirimu dikagumi, krn orang yg Lemah Lembut akan jauh dari sifat sombong .
SETIA , akan membuat dirimu dicintai , karena kesetiaan adalah batu ujian bagi setiap orang.
MENGASIHI akan membuat dirimu mengerti arti kehidupan , krn Kasih adalah dasar dari semua perbuatan baik .
Filosofi anggota badan
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan dan bukan yg sudah berlalu.
Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan, dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut.
Karena mulut bisa menjadi senjata yang paling Tajam dan bisa Membahayakan bila salah digunakan , Yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh.
Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita.
Untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.
Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai kita sebanyak yang sudah kita berikan.
BERIKANLAH CINTA DENGAN KERELAAN DAN TANPA MENGHARAP BALASAN ,
maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.
Definisi sukses
Sukses itu sebenarnya sederhana saja ,
Sukses tidak selalu harus berhubungan langsung dengan menjadi kaya raya,
Sukses itu tidak serumit / serahasia seperti kata Kiyosaki / Tung Desem Waringin / the Secret atau seperti banyak kata para motivator yang lain.
Sukses itu tidak perlu dikejar dengan berlebihan sampai diluar batas kemampuan.
Karena : SUKSES itu adalah diri ANDA sendiri sekarang ini !
Karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri...
Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, itu adalah sukses pertama Anda !
Bagaimana Anda akhirnya bisa terlahir menjadi manusia sempurna , itulah kesuksesan Anda kedua...
Ketika Anda ke sekolah menerima pendidikan bahkan bisa menikmati sampai studi S1 - S2, dimana di saat yg sama setiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar biaya sekolah, itulah sukses Anda ketiga...
Ketika Anda bisa bekerja atau mempunyai usaha sendiri , di mana pada saat yg sama 46 juta org menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat...
Ketika Anda masih bisa makan 3x sehari, di saat mana ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya didunia ini , itulah kesuksesan Anda yang kelima...
Dan masih banyak lagi “sukses-sukses” lain yang tidak anda sadari atau tidak anda anggap sebagai sebuah kesuksesan .
Sukses itu sebenarnya terjadi terjadi setiap hari pada diri kita .
Namun mungkin Kita tidak pernah mau menyadarinya.
Sukses seringkali dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus2an jadi best seller, dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit & sukar didapatkan...
Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah,mobil sport, jam Rolex, pensiun muda,
menjadi pengusaha, punya kolam renang / helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump atau Hugh Heffner & resort mewah di Karibia... Atau suami ganteng macam Malinda.
Sukses yang sejati hakekatnya adalah:
"Hidup dengan Penuh Syukur karena adanya Hari Ini ".
Dialog kecil yang berefek besar
Dialog Kecil antara Pensil & penghapus
Pensil : Maafkan aku ya.
Penghapus : Maafkan untuk apa? Kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa.
Pensil: Aku minta maaf karena telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada di sana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat.
Penghapus : Hal itu benar. Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan menggantikan diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan perananku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih
Orang tua kita layaknya si penghapus sedangkan kita layaknya si pensil. Mereka (Orang tua) selalu ada untuk anak-anak mereka, memperbaiki kesalahan anak-anaknya.
Terkadang, seiring berjalannya waktu...
Mereka akan terluka dan akan menjadi semakin kecil
( Dalam hal ini, maksudnya bertambah tua dan akhirnya meninggal ).
Walaupun anak-anak mereka akhirnya akan menemukan seseorang yang baru ( Suami atau Istri ). Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.
Hingga saat ini, kalau anda masih mendapati diri anda selalu menjadi si pensil. Dan hal itu pasti akan sangat menyakitkan diri anda , apalagi kalau melihat si penghapus atau orang tua semakin bertambah "kecil" dan "kecil" seiring berjalannya waktu.
Dan kita tahu bahwa suatu hari kelak , yang tertinggal hanyalah kenangan “si penghapus” dgn segala kenangan yang pernah di lalui dan miliki bersama mereka.
Kisah ini kami dedikasikan secara khusus kepada seluruh orang tua agar janganlah anda bosan menjadi “ penghapus “ .
Ini adalah kisah percakapan antara si pensil dan si penghapus sungguh inspiratif.
Kekuatan Doa
Doa tidak selalu mampu mengubah keadaan, tapi Doa mampu mengubah Cara Pandang kita.
Doa tidak selalu mampu mengembalikan mereka yang kita cintai, tapi Doa mampu memberikan Kebahagiaan bagi mereka.
Doa tidak selalu mampu memperbaiki hati yang hancur, tapi Doa mampu mengubahnya menjadi sumber Kekuatan dan Penghiburan.
Doa tidak selalu mampu mengubah penyesalan masa lalu, tapi Doa mampu mengubahnya menjadi Harapan.
Doa tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan kita, tapi Doa mampu memberi jalan untuk kita mencapai Keinginan dan Kebutuhan .
Doa tidak selalu akan langsung harus dijawab, tapi Doa mampu untuk menguji Kesabaran dan Ketekunan kita.
Doa tidak mampu mengulang waktu, tapi Doa akan mampu membuat Kesempatan datang kembali.
♥Yang pasti DOA PASTI AKAN MAMPU MEMBAWA PERUBAHAN DALAM HIDUP KITA.♥.